asbabun nuzul



ASBABUN NUZUL
A.    Pengertian Asbabun Nuzul
“Asbab an-Nuzul adalah peristiwa yang menyebabkan turunnya al-Qur’an berkenaan dengannya waktu peristiwa itu terjadi, baik berupa satu kejadian atau berupa pertanyaan yang diajukan kepada Nabi”.
Dan menurut M. Hasbi Ash Shiddieqy mengartikan Asbabun Nuzul sebagai kejadian yang karenanya diturunkan al-Qur‟an untuk menerangkan hukumnya di hari timbul kejadian-kejadian itu dan suasana yang di dalamnya al-Qur‟an diturunkan serta membicarakan sebab yang tersebut itu, baik diturunkan langsung sesudah terjadi sebab itu ataupun kemudian lantaran sesuatu hikmah.[1]
B.     Faedah-Faedah Mengetahui Sebab Nuzul Qur’an
1.      Mengetahui hukum Allah secara tertentu terhadap apa yang disyariatkannya
2.      Menjadi penolong dalam memahami makna ayat dan menghilangkan kemuskilan-kemuskilan disekitar ayat itu
Al imam ibn Taimiyah berkata:”mengetahui sebab nuzul membantu kita dalam memahami makna ayat, karena sudah diketahui bahwa mengetahui sebab menghasilkan ilmu tentang musabbab. Sebaliknya mengetahui sebab, menimbulkan keragu-raguan dan kemuskilan menempatkan nash-nash yang lahir ditempat musytarak, lantaran terjadi ikhtilaf.[2]
C.    Jalan-Jalan Mengetahui Asbabun Nuzul
Jalan untuk mengetahui asbabun nuzul ialah:”riwayat dan penjelasan orang yang turut menyaksikan suasana turunnya ayat”.
Adappun lafad-lafad yang digunakan para ulama untuk menerangkan seab nuzul ialah: tegas disebut,” maka turunlah ayat ini”, umpamanya beberapa orang dari bani Tamim memperolok-olok Bilal, maka turunlah ayat”aiyuhal ladzina amanu la yashkhar qaumum”.
Tentang sebab-sebab turun ayat ini telah diperhatikan dan diselidiki benar-benar oleh sebagian para mufassirin. Mereka telah menyusun beberapa kitab yang menerangkan sebab-sebab turunnya ayat. Para musafirin memandang, bahwa sebab-sebab turun ayat itu adalah asa bagi memahamkan ayat al-qur’an dan terkadang-kadang ayat itu diturunkan untuk menjawab sesuatu pertanyaan yang dikemukakan oleh sebagian sahabat. Sedikit sekali ayat-ayat hukum yang turun, dengan tak sesuatu sebab yang terjadi atau tak ada pertanyaan yang mendahului.
1.      contoh ayat yang diturunkan pada suatu kejadian
Rasul SAW  pada suatu ketika mengutus martsad al-ghanamy pergi ke Makkah untuk menjemput kaum Islam yang lemah-lemah yang masih tinggal bermukim disana. Maka martsad dijumpai oleh seseorang perempuan musyrikin yang sangat cantik dan hartawan, yang jatuh cinta kepadanya. Perempuan itu mengajak berzina.
Karena martsad pada waktu itu telah menjadi orang Islam yang sangat kokoh imannya, maka ajakan itu sudah tentu ditolaknya. Martsad tidak mau menuruti hajat perempuan tersebut karena berlawanan dengan kehendak syara’. Kemudian karena perempuan itu sudah sangat jatuh cinta kepada martsad, maka martsad sudi mengawininya dan sudi menjadi suaminya. Permintaan itu diterima martsad asal mendapat keijinan dari Rasullah. Ketika martsad setelah sampai kemadina, ia ceritakan peristiwa itu dan memohon kepada rasul untuk untuk beristri dengan perempuan yang mencintainya, padakala itu turun ayat.
Ÿwur (#qßsÅ3Zs? ÏM»x.ÎŽô³ßJø9$# 4Ó®Lym £`ÏB÷sム4 ×ptBV{ur îpoYÏB÷sB ׎öyz `ÏiB 7px.ÎŽô³B öqs9ur öNä3÷Gt6yfôãr& 3 Ÿwur (#qßsÅ3Zè? tûüÏ.ÎŽô³ßJø9$# 4Ó®Lym (#qãZÏB÷sム4 Óö7yès9ur í`ÏB÷sB ׎öyz `ÏiB 78ÎŽô³B öqs9ur öNä3t6yfôãr& 3 y7Í´¯»s9'ré& tbqããôtƒ n<Î) Í$¨Z9$# ( ª!$#ur (#þqããôtƒ n<Î) Ïp¨Yyfø9$# ÍotÏÿøóyJø9$#ur ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ ( ßûÎiüt7ãƒur ¾ÏmÏG»tƒ#uä Ĩ$¨Y=Ï9 öNßg¯=yès9 tbr㍩.xtGtƒ ÇËËÊÈ  
Artinya: “dan janganlah kamu kawini perempuan musyrikin hingga mereka beriman. Sesungguhnya budak perempuan yang sudah beriman lebih baik daripada perempuan musyrikah walaupun perempuan musyrikah itu menarik dan menakjubkan hatimu. Dan janganlah kamu mengawinkan seorang musrik dengan anak perempuanmu sehingga orang musyrik itu beriman. Sesudahnya budak laki-laki yang telah beriman lebih baik daripada orang musyrik, walaupun orang musrik itu menarik menawan hatimu. Mereka mnyeru keneraka, sedang Allah menyeruh kesurga dan kepada ampunan dengan izin dan keridhaannya dan Allah menerangkan tanda-tanda kekuasaan pada manusia, supaya mereka mengambil pengajaran”.(Al-Baqarah, 221)
2.      Contoh ayat yang ditunkan sesudah pertanyaan
“mereka bertanya kepada mu tentang hal minuman yang memabukkan dan tentang hal judi, katakanlah: pada minuman yang memabukkan terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, akan tetapi dosa lebih besar dari pada manfaatnya”.(Al-Baqarah, 219).
* y7tRqè=t«ó¡o ÇÆtã ̍ôJyø9$# ÎŽÅ£÷yJø9$#ur ( ö@è% !$yJÎgŠÏù ÖNøOÎ) ׎Î7Ÿ2 ßìÏÿ»oYtBur Ĩ$¨Z=Ï9 !$yJßgßJøOÎ)ur çŽt9ò2r& `ÏB $yJÎgÏèøÿ¯R 3 štRqè=t«ó¡our #sŒ$tB tbqà)ÏÿZムÈ@è% uqøÿyèø9$# 3 šÏ9ºxx. ßûÎiüt7ムª!$# ãNä3s9 ÏM»tƒFy$# öNà6¯=yès9 tbr㍩3xÿtFs? ÇËÊÒÈ   [3]
219. mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

[136] Segala minuman yang memabukkan.








[1] Muhammad Chirzin, Al-Qur‟an dan Ulumul Qur‟an, (Jakarta: Dana Bhakti Prima Yasa, 1998), hlm. 30.
[2] Muhammad Hasbi Teungku Ash-Shiddieqy, Sejarah Dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2000), Cet.3 hal, 64
[3] Muhammad Hasbi Teungku Ash-Shiddieqy, op.cit, hal. 64-66

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGEMBANGAN SIM

ulumul qur'an