makalah sistem informasi manajemen (SIM)
SISTEM INFORMASI
BAGI PERENCANAAN KONTROL
D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
KELOMPOK 10
NAMA
NIM
1. Rosmaini Harahap
1630200034
2. Rizkia Novrida Hasibuan 1630200048
DOSEN PEMBIMBING
YULI EVIYANTI, SE.MM
JURUSAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM
Fakultasdakwah dan ilmu komunikasasi
Institut agama islam negeri
(iain)Padangsidimpuan
2017
BAB I
PENDAHULUAN
Perencanaan diperlukan
dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini merupakan
proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan.
Perencanaan diperlukan dalam jenis kegiatan baik itu kegiatan oranisasi,
perusahaan maupun kegiatan di masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap
fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan
keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan
tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutma dalam menghadapi
lingkungan eksternal yangberubah dinamis. Dalam era globalisasi ini,
perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan
bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan).
Suatu organisasi yang
menjalankan sejumlah aktivitas memulai kegiatannya dengan melakukan proses
perencanaan. Perencanaan dilakukan melalui aktivitas yang melibatkan individu-individu.
Aktivitas inidividu ini diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Yang sering
dilakukan adalah adanya kesadaran individu sebagai makhluk juga mempunyai
keinginan-keinginan atau tujuan pibadi. Tujuan pribadi seseorang bisa selaras
dengan tujuan organisasi, bisa juga tidak selaras. Ketidakselarasan tujuan
mengakibatkan tujuan organisasi atau tujuan individu tidak tercapai. Untuk itu
diperlukan suatu pengendali kerja sehingga tujuan individu bisa selaras dengan
tujuan organisasi. Salah satu alat untuk mencapai hal tersebut adalah adanya
sistem pengendalian manajemen yang baik.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perencanaan dan Kontrol
dalam Organisasi
Perencanaan (planning) adalah
fungsi dasar (fundamental) manajemen,
karena organizing, staffing, directing, dan controlling pun harus terlebih dahulu di
rencanakan. Perencanaan ini adalah dinamis.Perencanaan ini di tujukan pada masa
depan yang penuh dengan ketidakpastian,karena adanya perubahan kondisi dan
situasi.[1]
Definisi perencanaan dikemukakan oleh Erly Suandy sebagai berikut:[2]
“Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi
(perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan) dengan jelas
strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan
operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara
menyeluruh.”
Menurut Robbins dan Coulter, maksud
dari perencanaan adalah sebagai penunjuk arah, meminimalisir akibat yang
terjadi karena adanya perubahan, lebih efisien serta efektif serta membuat
standar-standar atau pedoman dalam pengendalian pelaksanaan rencana. Sedangkan
menurut Wilson, arti perencanaan adalah suatu proses lain, atau keadaan yang
ada dirubah agar dapat mencapai tujuan dan sasaran dari perencanaan tersebut.
Perencanaan menurut Wilson terdiri dari proses analisa, penyusunan kebijakan
serta menciptakan rancangan.
Perencanaan secara garis besar diartikan sebagai proses mendefinisikan
tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan
mengembangkann rencana aktivitas kerja organisasi. Pada dasarnya yang dimaksud
perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan :[3]
1. apa (what);
2. siapa (who);
3. kapan (when);
4. dimana (where);
5. mengapa (why);
6. bagaimana (how).
Jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan
pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan
serta programprogram yang dilakukan. Perencanaan merupakan proses terpenting
dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan berjalan.
Semua kegiatan manajerial didasarkan dengan rencana yang sudah ditetapkan.
Rencana menentukan ke mana organisasi dan kegiatan-kegiatannya akan diarahkan.
Ini berarti bahwa maksud dari tiap rencana dan semua rencana-rencana turunan
adalah membantu pencapaian tujuan organisasi. Secara lebih spesifik pentingnya
perencanaan dalam organisasi juga dapat dilihat dari keuntungan perencanaan
sebagai berikut.[4]
1. Meningkatkan fokus dan fleksibilitas (focus
and flexibility)
Suatu organisasi dengan
fokus mengetahui apa yang terbaik dikerjakan, dan mengetahui bagaimana melayani
mereka dengan baik. Suatu organisasi dengan fleksibilitas beroperasi secara
dinamis dan dengan satu pengertian tentang masa depan.
2. Meningkatkan koordinasi (coordination)
Ada banyak perbedaan
subsistem dan kelompok dalam organisasi dan masing-masing memiliki berbagai tujuan
pada tiap waktu tertentu. Tetapi tujuan itu semua menjadi seperangkat yang
saling membantu satu sama lain karena tersusun secara hierarki. Membantu
koordinasi pengambilan keputusan oleh manajer unit. Ini akan meminimasi tumpang
tindih kegiatan dan membantu pemakaian biaya.
3. Meningkatkan kontrol (control)
Kontrol manajerial
meliputi pengukuran dan pengevaluasian hasil kinerja dan mengambil tindakan
perbaikan jika diperlukan. Perencanaan membantu membuat hal itu menjadi mungkin
melalui penetapan tujuan dan identifikasi tindakan spesifik melalui mana hal
itu diwujudkan.
4. Memperbaiki manajemen waktu (time
management)
Melalui keuntungan
personal dari peningkatan fokus dan fleksibilitas, koordinasi, dan kontrol,
perencanaan adalah satu bentuk dari manajemen waktu.
Controlling atau sering juga disebut pengendalian adalah satu diantara beberapa fungsi
manajemen berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga
apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan tujuan
yang telah digariskan semula.[5]
Bila ditinjau dari proses, maka proses itu adalah proses yang dilakukan
untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan dan
dilaksanakan bisa berjalan sesuai target yang diharapkan.
Ada banyak pengertian fungsi controlling
menurut beberapa pakar, di antaranya:[6]
Pada tahun 1916, Henri Fayol merumuskan salah satu definisi pertama kontrol
karena berkaitan dengan manajemen. Adalah pengendalian suatu usaha terdiri dari
melihat bahwa segala sesuatu yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang
telah diadopsi, perintah yang telah diberikan, dan prinsip-prinsip yang telah
ditetapkan. Controlling sangat
penting untuk mengetahui kesalahan agar mereka dapat diperbaiki dan dicegah
dari berulang.
Menurut George R. Terry, pengawasan (controlling)
yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan
rencana atau belum. Serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi
agar bisa terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari
rencana.
Menurut Harold Koontz, pengendalian adalah pengukuran dan koreksi kinerja
dalam rangka untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan perusahaan dan rencana yang
dirancang untuk mencapainya tercapai.
Organisasi terdiri dari manajer dan karyawan harus dimotivasi dan dituntun
agar melakukan apa yang diinginkan pimpinannya dan harus dikoreksi jika
menyimpang dari arah pencapaian tujuan organisasi. Dasar dari semua proses
pengendalian adalah pemikiran untuk mengarahkan suatu variabel, atau sekumpulan
variabel, guna mencapai tujuan tertentu. Variabel dapat berupa manusia, mesin,
organisasi.
Dari pengertian diatas dapat dinyatakan ada hubungan Antara controlling dan perencanaan. Perencanaan
(planning) yaitu sebagai dasar
pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk
mencapai tujuan.
Sebagian orang dalam organisasi melakukan perencanaan dan sebagian lagi
dalam bidang pengendalian. Kedua hal ini saling terkait. Kebanyakan manajer
melakukan pengendalian namun sifat dari pengendalian itu sendiri berbeda dalam
penerapannya untuk penetapan strategi, pengendalian manajemen dan pengendalian
tugas. Karena itu, perencanaan dan pengendalian tidak merupakan kegiatan
terpisah tapi saling terkait satu sama lainnya.
B. Proses Perencanaan
Sebelum para manajer dapat mengorganisasi, memimpin, atau mengendalikan,
terlebih dahulu mereka harus membuat rencana yang memberikan arah pada setiap
kegiatan organisasi. Pada tahap perencanaan para manajer menentukan apa yang
akan dikerjakan, kapan akan mengerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan siapa
yang akan mengerjakannya.
Kebutuhan akan perencanaan ada pada semua tingkatan manajemen dan semakin
mengingkat pada tingkatan manajemen yang lebih tinggi, dimana perencanaan itu
mempunyai kemungkinan dampak yang paling besar pada keberhasilan organisasi.
Pada tingkatan top manajer pada umumnya mencurahkan hampir semua waktu
perencanannya jauh ke masa depan dan pada strategi-strategi dari seluruh
organisasi. Manajer pada tingkatan yang lebih rendah merencanakan terutama
untuk subunit mereka sendiri dan untuk jangka waktu yang lebih pendek.
Terdapat pula beberapa variasi dalam tanggung jawab perencanaan yang
tergantung pada ukuran dan tujuan organisasi dan pada fungsi atau kegiatan
khusus manajer. Organisasi yang besar dan berskala internasional lebih menaruh
perhatian pada perencanaan jangka panjang daripada perusahaan lokal. Akan
tetapi pada umumnya organisasi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara
perencanaan jangka panjang maupun perencnaan jangka pendek. Karena itu penting
bagi para mnajer untuk mengerti peranan perencanaan secara keseluruhan.
Kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahap sebagai berikut :[7]
1. Formulasi tujuan (goal formulation)
atau penetapan tujuan (setting objectives)
Langkah pertama dari
proses perencanaan ialah memformulasi tujuan organisasional. Tujuan merupakan
akhir yang diharapkan. Berdasarkan isi secara khas umumnya disetujui tiga
tujuan besar. Pertama, manajer mengidentifikasi visi organisasional. Kedua,
manajer menetapkan misi organisasional. Dan ketiga manajer biasanya menyetujui
nilai dasar organisasi.
a. Visi organisasional
Semua tindakan
organisasional dimulai dengan adanya suatu visi. Visi dapat didefinisikan
sebagai gambaran yang ideal mengenai masa depan organisasi yang diharapkan,
realistik dan mungkin dicapai dan lebih baik dari keadaan sekarang. Ciri khas
dari suatu organisasi yang kreatif dan memiliki kinerja istimewa apabila
memiliki suatu visi bersama.
Jika anggota memiliki
visi yang sama maka mereka akan memiliki suatu komitmen tentang apa yang ingin
mereka capai sebagai suatu kesatuan. Sementara itu, jika ada satu unit kerja
sedang bekerja bersama-sama untuk suatu sasaran yang telah dietapkan oleh
organisasi tidak berarti bahwa anggota dari unit kerja tersebut telah memiliki
suatu visi yang sama.
b. Misi organisasional
Misi organisasional
tidak lain adalah maksud organisasi atau alasan fundamental untuk keberadaan
oganisasi. Misi yang biasanya diturunkan dari konteks sosietal dimana
organisasi beroperasi berhubungan dengan jawaban atas pertanyaan : who are we?
Sebab itu pernyataan misi adalah pernyataan luas tentang dasar, maksud unik,
dan jangkauan operasi yang membedakan organisasi dengan tipe yang lain.
Misalnya institusi pendidikan tinggi ada untuk menemukan dan membagi
pengetahuan.
c. Nilai dasar organisasional
Nilai organisasional
merupakan standar etik dan filosofi yang secara eksplisit dan secara implisit
ditujukan kepada pegawai organisasi dalam mewujudkan maksud dan misi
organisasi. Jadi nilai dasar oganisasional merupakan kerangka acuan bagi
tindakan sehari-hari bagi seluruh personalia. Nilai organisasional berhubungan
dengan jawaban atas pertanyaan: what are
our guiding objectives? bahwa pernyataan nilai organisasional mengakomodasi
tiga konsiderasi dasar dalam menjalankan manajemen terbaik dari organisasi.
2. Diagnosis lingkungan (environmental
analyst)
Lingkungan eksternal
organisasi, baik yang langsung berpengaruh terhadap aktivitas organisasi dapat
menjadi hambatan tetapi sekaligus menjadi peluang bagi organisasi. Menentukan
tindakan yang realistis untuk merealisasi tujuan tergantung pada kesadaran akan
hambatan dan peluang dari lingkungan organisasi.
Lingkungan internal
organisasi juga perlu didiagnosis untuk mengetahui kapabilitas internal, baik
kekuatan dan kelemahan organisasi. Meskipun organisasi dan para perencana tidak
dapat mengontrol masa yang akan datang, tetapi mereka harus berusaha mengidentifikasinya
dan melakukan isolasi tindakan-tindakan sekarang dan hasilnya dapat diharapkan
mempengaruhi masa yang akan datang.
3. Pembuatan keputusan rencana strategi (strategic
plan decision making)
Tahap ketiga dari
proses perencanaan adalah membuat rencana strategi ini dibuat berdasarkan
tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Rencana strategi sebagai
rencana jangka panjang atau rencana berorientasi ke masa depan ditetapkan
setelah manajer melakukan analisis,baik peluang dan hambatan yang dipresentasi
oleh lingkungan eksternal organisasi dalam hubungan dengan kekuatan dan
kelemahan organisasi.
Perencanaan strategi
dapat dilakukan apabila manajer memahami tujuan strategis; melakukan analisis
lingkungan yaitu penilaian, informasi, secara sistematik tentang lingkungan
eksternal organisasi. Berdasarkan hal ini baru dilakukan analisis strategi
dengan melakukan analisis swot. Tahap selanjutnya dari proses formulasi
strategi ialah menentukan pilihan alternatif, implementasi strategi dan
mengontrol strategi.
Tiap organisasi
mempunyai strategi dan berdasarkan tingkatan organisasi ada tiga tipe strategi:
a. Strategi level korporasi
b. Strategi level bisnis
c. Strategi level fungsional
Akhirnya, rencana
strategis yang dipilih diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari organisasi.
Ini berarti strategi harus diterjemahkan ke dalam tindakan dan petunjuk untuk
bertindak bagi unit dan anggota organisasional.
Untuk itu dikembangkan rencana jangka pendek untuk satu tahun atau
kurang dan rencana jangka panjang untuk lima tahun atau lebih. Implementasi
strategi ini harus dikontrol atau manajer secara reguler memeriksa perkembangan
rencana strategi, sebab keberhasilan dari tiap strategi tergantung pada
kemampuan manajer melakukan pengontrolan, seperti memonitor perubahan dalam
sumber-sumber kritis, keterampilan, dan persaingan, dan pasar, atau
faktor-faktor lingkungan lain.
4. Kembangkan rencana operasional (develop
operational plan)
Rencana strategi
kemudian dikembangkan menjadi rencana operasional, kadang-kadang disebut
rencana taktis, atau rencana tindakan. Suatu rencana operasional ialah satu
rencana dari lingkup terbatas yang menekankan kegiatan dan sumber-sumber yang
diperlukan untuk melaksanakan rencana-rencana strategis. Tujuan dari rencana
operasional ialah membantu melaksanakan rencana strategis, mangatur tanggung
jawab orang untuk mencapai tujuan jangka panjang dan jangka pendek dan apa yang
mereka butuhkan untuk mengerjakan dan bagaimana mereka mencapai tujuan itu.
5. Implementasi rencana dan evaluasi hasil (implement the plan and evaluate result)
Rencana yang sudah
ditetapkan kemudian diimplementasikan melalui kegiatan-kegiatan
pengorganisasian, penyusunan staf, kepemimpinan, dan pengontrolan. Melalui
pengorganisasian akan dapat disusun kegiatan-kegiatan dan pembagian kerja,
melalui penyusunan staf diperoleh orang-orang yang memiliki kualifikasi yang
sesuai dengan pekerjaan, melalui pemimpin menghasilkan gerak ke arah pencapaian
tujuan; dan melalui kontrol akan dapat diketahui sejauhmana kesesuaian antara
rencana atau standar yang telah ditetapkan dengan hasil yang dicapai. Informasi
ini menjadi umpan balik untuk pertimbangan apakah perlu atau tidak melakukan
perencanaan ulang.
Proses perencanaan
ulang mungkin ditujukan melalui tahap pertama atau menetapkan misi dan tujuan
dan seterusnya, namun juga mungkin hanya ditujukan untuk rencana strategis yang
diikuti rencana operasional atau perencanaan ulang hanya ditujukan untuk
rencana operasional.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen,
terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis.
Perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan
dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan,
kebijaksanaan-kebijaksanaan serta programprogram yang dilakukan.
Controlling atau sering juga disebut pengendalian adalah satu diantara beberapa fungsi
manajemen berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga
apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan tujuan
yang telah digariskan semula.
Sebagian orang dalam organisasi melakukan perencanaan dan sebagian lagi
dalam bidang pengendalian. Kedua hal ini saling terkait.
Perencanaan sebagai suatu proses dapat dilakukan melalui beberapa tahap,
yaitu, formulasi tujuan, diagnosis lingkungan, rencana strategi, rencana
operasional, dan implementasi rencana.
B.
Saran
Sebaiknya dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam berbagai bentuk
organisasi menggunakan proses dasar manajemen berupa perencanaan.
Dalam sebuah prencanaan perlu memperhatikan sifat rencana yang baik untuk
mencapai hasil yang diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
Handayaningrat,
Soewarno. 1995. Pengantar Studi
Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta: Gunung Agung.
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. Yogyakarta:
BPFE .
Hasibuan, Melayu S.P. 2000. Menejemen (dasar,pengertian dan Masalah). Jakarta: Bumi Aksara.
Herujito Yayat, M. 2001. Dasar-Dasar Manajemen.
Jakarta: PT Grasindo.
Silalahi, Ulbert. 2009. Studi tentang Ilmu Administrasi. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Suandy, Erly. 2001. Perpajakan, Edisi 1. Jakarta:
Salemba Empat.
[1] Melayu S.P Hasibuan, Menejemen (dasar, pengertian dan Masalah),
(Jakarta: Bumi Aksara, 2000), hal. 1
[2] Erly Suandy, Perpajakan, Edisi 1, (Jakarta: Salemba
Empat, 2001), hal. 2
[3] Ulbert Silalahi, Studi tentang Ilmu Administrasi,
(Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2009), hal. 166.
[4] Soewarno
Handayaningrat, Pengantar Studi Ilmu
Administrasi dan Manajemen, (Jakarta: Gunung Agung, 1995), hal. 127.
[5] M Herujito Yayat, Dasar-Dasar
Manajemen, (Jakarta: PT Grasindo, 2001), hal. 51.
[6]
Ibid,
hal. 56
[7] T. Hani Handoko, Manajemen.
(Yogyakarta: BPFE, 1999), hal. 79.
Assalamualaikum...
BalasHapusSaya ingin bertanya ..
Tiap organisasi pastinya punya strategi berdasarkan tingkat organisasinya seperti, strategi korporasi,bisnis,fungsional..
Yg ingin saya tanyakan.. coba pemakalh jelaskan tentang strategi tersebut..
Terimakasih.
Menurut Harold Koontz, pengendalian adalah pengukuran dan koreksi kinerja dalam rangka untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan perusahaan dan rencana yang dirancang untuk mencapainya tercapai.
BalasHapusCoba saudari jelaskan menurut pemakalah sendiri.
Sekian terimakasih
Menurut Harold Koontz, pengendalian adalah pengukuran dan koreksi kinerja dalam rangka untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan perusahaan dan rencana yang dirancang untuk mencapainya tercapai.
BalasHapusCoba saudari jelaskan menurut pemakalah sendiri.
Sekian terimakasih
Bagaimana standar etik dan filosofi secara ekspilit dan implisit di perusahaan ? Terima kasih
BalasHapusCoba pemakalah jelaskan apa maksudnya dan tujuan strategi organisasi dibawah ni
BalasHapus1. Strategi level korporasi
2. Strategi level bisnis
3. Strategi level fungsiona
Coba pemakalah jelaskan apa maksudnya dan tujuan strategi organisasi dibawah ni
BalasHapus1. Strategi level korporasi
2. Strategi level bisnis
3. Strategi level fungsiona
assalamu alaikum coba pemakalah jelaskan menurut bahasa saudari tentang meningkatkan kontrol itu dan berikan contohnya yg menarik dan yg bisa saya pahami sekiyan wasalam
BalasHapusCoba saudari jelaskan keuntungan dari perencanaan itu
BalasHapusAssalamualaikum
BalasHapusDidalam makalah saudari banyak sekali pengertian" dan menurut para ahli juga tentang defenisi perencanaan.. Jadi yg ingin saya tanya itu " apa sih arti atau maksud dari perencanaan tersebut menurut bahasa saudari dan bagaimana cara menggunakannya dan apa manfaat ada nya perencanaan... Coba saudari jelaskan dgn bahasa sendiri dan klo bisa berikan contoh nya..
Sekian
Wassalam
Assalamualaikum
BalasHapusSaya ingin bertanya coba saudari jelaskan ketiga nilai dasar organisasi yang ada dimakalah saudai tersebut?
Sekian terimahkasih
Wassalam
assalamu'alaikum,,,,
BalasHapuscoba saudari jelaskan bagaimana peranan SIM dalam mengontrol perencanaan???,,,
mksh,,,,
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusApa saja manfaat-manfaat perencanaan dalam SIM?
Sekian terima kasih
Wassalam..
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusApa saja manfaat-manfaat perencanaan dalam SIM?
Sekian terima kasih
Wassalam..
Coba saudari jelaskan kerugian dari perencanaan itu..?
BalasHapusTerimakasih...
Coba saudari jelaskan kerugian dari perencanaan itu..?
BalasHapusTerimakasih...
Coba saudari jelaskan kenapa lingkungan eksternal organisasi, baik yang langsung berpengaruh terhadap aktivitas organisasi dapat menjadi hambatan tetapi sekaligus menjadi peluang bagi organisasi.dan apa hambatannya ?
BalasHapusassalamu'alaikum...
BalasHapusbagaimana peranan 5W+1H itu dalam perencanaan kontrol???,,,,
mksh,,,
coba saudari jelaskan strategi level korporasi, level bisnis, level fungsional? terimakasih
BalasHapuscoba saudari jelaskan strategi level korporasi, level bisnis, level fungsional? terimakasih
BalasHapuscoba saudari jelaskan strategi level korporasi, level bisnis, level fungsional? terimakasih
BalasHapus